Deep Web
Artikel Komputer, Pengetahuan

Deep Web Dan Segudang Rahasia Didalamnya

RajaTips.com ~ Deep web adalah salah satu contoh dari sekian banyak hal yang tidak bisa dijangkau oleh sembarang manusia dan menyimpan banyak rahasia didalamnya.

Baik itu di dunia nyata, ataupun dunia maya (internet), pasti ada saja hal yang belum dijangkau oleh banyak manusia.

Contohnya antartika, segitiga bermuda, palung mariana, atau point nemo (tempat paling tenang & terpencil yang menyeramkan).

Jika di dunia nyata ada hal seperti itu, bagaimana jika di dunia maya (internet) yang kita gunakan selama ini juga menyimpan sebuah rahasia besar?

Jawabannya = memang ada, dan contohnya adalah deep web yang akan kita bahas kali ini.

Deep Web Dan Segudang Rahasia Didalamnya

Jangan beranggapan bahwa semua hal di internet tersedia di Google. Google hanya salah satu mesin pencari yang paling populer saat ini.

Kalau Google hanya sebuah mesin pencari, maka kita tahu bahwa tidak semua bisa dicari oleh Google, karena setiap mesin pencari juga punya aturannya sendiri.

Dalam hal ini, mesin pencari Google tidak akan menampilkan konten yang sadis dan gelap yang melanggar aturan di tengah banyaknya konten di internet.

Bahkan di Google, Bing, Yandex (atau mesin pencari lainnya) kita hanya bisa melihat sekitar 4% dari total konten yang ada di dunia.

96% sisanya tidak bisa kita temukan hanya dengan modal pencarian Google saja.

Sebagai gambaran, kalian bisa lihat ilustrasi berikut ini :

Surface Web, Deep Web, Dark Web
Surface Web, Deep Web, Dark Web

Keterangan :

  • Surface web (4%) : Internet yang biasa kita lihat sehari-hari
  • Deep web (90%) : Lapisan lebih dalam yang berisi sangat banyak konten namun tidak terindeks oleh mesin pencari seperti Google, Bing dan Yandex
  • Dark web (6%) : Lapisan terdalam internet yang bersifat sangat rahasia dan digunakan oleh jaringan tertentu seperti militer atau komunitas super rahasia

Nah sesuai gambar. Apa yang kita lihat di internet yang dinamakan surface web, itu kurang lebih hanya sekitar 4%-nya.

Sementara itu 90%-nya adalah deep web. Dan sisanya lagi, 6% adalah dark web.

Nah, jika perbandingannya hingga sebanyak itu, kira-kira apa saja fakta dibalik deep web tersebut?

Fakta Tentang Deep Web

Rata-rata orang mengidentikkan deep web itu berisi kekerasan dan hal-hal yang menyeramkan.

Contohnya virus, ancaman keamanan, cyber crime, eksperimen m4nus!a, ju4l b3li manusia, penyiksaan, obat-obatan dan beberapa video itu-itu saja.

Dan hanya itu saja yang ditonjokan.

Kalau memang isinya cuma segitu, kemana yang 90% sisanya???

Well, tanda tanya besar kan jadinya?

Saya sendiri sempat mendalami deep web di tahun 2018-2019. Tapi karena jam terbang yang masih kurang, jadi tidak banyak yang saya dapatkan.

Tetap saja, untuk mengetahui lebih dalam tentang deep web kalian harus terjun sendiri dan meluangkan waktu banyak untuk memahami dunianya.

Nah dibawah ini mungkin saya akan menunjukkan fakta umum dibalik deep web, berikut diantaranya :

1. Berisi Sesuatu Yang Tidak Terindeks Di Mesin Pencari

Seperti penjelasan diatas, kurang lebih deep web berisi bagian Internet yang tidak terindeks di mesin pencari seperti Google, Bing, Yahoo, Yandex, dll.

Contohnya adalah situs berbayar, data pribadi, dan dark web.

Jadi data kalian yang tersimpan di Google (contohnya), sudah masuk kedalam kategori deep web.

Inilah yang menyebabkan deep web begitu luas namun hanya sedikit yang bisa diekspos oleh publik.

Bayangkan saja, berapa jumlah data pribadi yang mencakup aktivitas klik, histori tontonan, alamat, tanggal lahir, foto pribadi, data Google Drive, dll milikmu sendiri?

Data saya aja, kurang lebih di Google ada sekitar 30 GB-an (mencakup data Google Drive berupa cadangan, foto, file, data pribadi, dan lain sebagainya).

Itu baru saya, belum lagi orang lain.

Bahkan di web rajatips.com yang sedang kalian kunjungi ini, terdapat :

  • 385 MB total database
  • 676 MB total file (database + file sistem), dan
  • Hanya sekitar 326 MB saja yang dapat kalian lihat
Size Amount
Database Size

Itupun masih tergolong sangat rendah, karena database yang saya miliki hanya berkisar 385 MB saja (karena web ini hanya berisi gambar dan tulisan).

Web lain yang tujuannya menyimpan database tentu saja bisa berlipat-lipat jumlahnya.

Misalnya Tokopedia, mereka “MUNGKIN” menyimpan database 2 TB, tapi bisa saja hanya 100 GB yang dapat kalian akses.

Jadi disini kalian sudah tahu alasan mengapa porsi deep web terlampau besar (hingga 90%) dibanding surface web yang dapat kalian akses (hanya 4%).

2. Berisi Privasi

Inilah salah satu penyebab mengapa mesin pencari tidak mengindeks konten pada level deep web, karena selain tidak mampu (tidak mendapat akses), juga tidak boleh dilakukan.

Karena jika itu dilakukan, pasti akan melanggar hak orang. Dan jika itu terjadi maka nggak ada lagi yang namanya privasi.

Padahal dalam tubuh kita saja, ada yang namanya aurat yang tak boleh ditunjukkan ke sembarang orang, masa iya di internet nggak ada privasi? 😅

Contoh privasi yang bisa saya tunjukkan adalah forum rahasia, jaringan rahasia dan berbagai hal yang sifatnya tidak publik (hanya orang tertentu yang punya akses).

Contoh lain adalah data kartu kredit, cloud storage, jaringan perbankan, rekam medis, makalah penelitian, informasi akademik dan lain sebagainya.

Jadi dengan adanya deep web, maka sebuah perusahaan/organisasi bisa menyimpan data dengan aman tanpa disalahgunakan oleh pihak tak bertanggungjawab.

3. Digunakan Oleh Layanan Premium

Fakta selanjutnya tentang deep web adalah dimanfaatkan untuk sebuah layanan premium, yang mana kita harus membayar untuk bisa membukanya.

Saya ambil contoh Netflix.

Untuk bisa menonton film di Netflix dan mengakses fitur dan sumber daya yang disediakan, kita harus berlangganan (membayar).

Tanpa membayar, kita tidak bisa menonton film favorit yang tersedia di server mereka (kecuali kalian berlangganan internet yang bundling dengan Netflix).

Nah film-film yang berada di server mereka termasuk dalam konten deep web, yang mana sangat besar jumlahnya dan tidak sembarang orang bisa mengaksesnya.

4. Deep Web Tidak Berbahaya

Deep web bukanlah sesuatu yang berbahaya. Jika ada yang bilang demikian, kemungkinan kalian sudah masuk ke area dark web.

Sesuai penjelasan diatas, deep web hanya berisi konten rahasia yang tidak boleh dilihat publik.

Meskipun saya bilang tidak berbahaya, tentu saja kembali lagi pada konteksnya.

Jika yang disimpan bentuknya adalah rencana kejahatan, tentu saja berbahaya.

Tapi pada umumnya, deep web bukanlah sesuatu yang harus ditakuti seperti halnya yang beredar di internet.

Karena seperti penjelasan no 1 diatas, apa bahayanya isi database pada website yang sedang kalian kunjungi saat ini?

Justru yang bahaya itu kalau kalian mengetahui database (berupa username & password login), lalu meretas situs web saya dan mengambil alih. 😂

5. Bukan Lapisan Terdalam Di Internet

Masih ada level yang lebih dalam lagi, yakni dark web yang mana porsinya kurang lebih 6% sesuai ilustrasi gambar yang saya lampirkan diatas.

Di dalam dark web, barulah terdapat segudang konten yang mengerikan dan tidak layak diakses.

Biasanya, level ini digunakan oleh jaringan ter0r!s, militer super rahasia, pengedaran nark0ba, p3mbunuhan, komunitas Anonim segudang aktivitas ilegal lainnya.

Namun di level ini para polisi cyber dan organisasi seperti FBI sangat terbantu, karena kualitas keamanan dan privasi mereka sangat terjamin untuk melakukan tracking pelaku kejahatan, melakukan penangkapan hingga mengagalkan aksi ter0r!sme.

Biasanya, di level ini orang akan berkomunikasi secara anonim dan dienkripsi, sehingga tidak bisa didengar oleh sembarang orang.

Dark web ini tidak bisa sembarang diakses.

Untuk berselancar di dunia dark web, kita harus menggunakan Tor browser, wajib menggunakan antivirus terbaik, proxy, firewall, dan VPN yang aman, serta tidak boleh meninggalkan jejak disana.

Meskipun begitu, saya tidak berani bicara banyak tentang level ini, karena saya tidak suka berbicara diluar kapasitas dan tidak mau menyesatkan orang. 😅

Komputer Mainframe : Komputer Dengan Harga Rp 66 Milyar?

Kesimpulan

Pada akhirnya, saya hanya ingin agar pembaca dapat memahami isi konten di internet, sehingga tahu bagaimana cara memperlakukan data dan mengenali kejahatan yang beredar saat ini.

Dan yang terpenting, lakukanlah sesuatu dengan tujuan manfaat.

Jika kamu bukan polisi cyber, buat apa juga mendalami dark web? Apa manfaatnya?

Well, tak salah juga sih kalau kamu bercita-cita jadi hacker. Tapi percayalah, hidup dalam dunia tersebut itu nggak enak.

Lebih baik pelajari sesuatu yang membawa manfaat dalam hidupmu. Karena kita tahu, di zaman sekarang informasi seperti air yang luber, berserakan kemana-mana.

Setiap hari, kita disuguhkan oleh pilihan yang begitu melimpah. Rekomendasi video youtube yang bermacam-macam, postingan sosmed yang tiada hentinya, dan jutaan konten di internet.

Sementara itu, manusia punya kemampuan, waktu dan tenaga yang sangat terbatas.

Kalau kita tidak benar-benar memilih sesuatu yang baik untuk dipelajari dan dilakukan, maka sia-sialah hidup kita.

Jadi, sebisa mungkin gunakanlah waktumu untuk mempelajari sesuatu yang bermanfaat dan memberi manfaat.

Termasuk pada kasus ini, jika setelah membaca hal diatas kemudian kalian jadi tertarik untuk mendalami dark web, maka pikirkan lagi “apa manfaatnya buatmu?“.

Apa Itu Phising? Ini Penjelasan Singkat Dan Contohnya

Oke, sekian pembahasan kali ini. Mohon maaf jika saya terlalu banyak menyelipkan ceramah di artikel, karena saya juga punya tanggungjawab untuk menggunakan media sebagai penyampai kebaikan. 😊

Jika ada kekeliruan di postingan ini, jangan sungkan untuk berkomentar ya! 😃

Klik tombol share untuk mendapatkan pahala gratis :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.